KLIKFAKTA38 – – Seoul, Korea Selatan – 27 Mei 2025, Korea Selatan kembali mencuri perhatian dunia dengan inovasi ramah lingkungan yang unik: mengubah limbah manusia menjadi energi sekaligus mata uang digital yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari—termasuk secangkir kopi.
Program revolusioner yang dijalankan oleh Institut Ilmu dan Teknologi Ulsan (UNIST), di bawah pimpinan profesor teknik lingkungan, Cho Jae-weon. Dalam proyek yang dinamakan “BeeVi Toilet” (singkatan dari Bee Vision), tinja yang dibuang ke toilet khusus akan langsung diproses menjadi biogas, yang kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik dan panas bagi gedung kampus.
Tetapi yang membuat program ini semakin menarik adalah sistem imbalan digitalnya. Setiap kali seseorang menggunakan toilet ini, mereka mendapatkan sekitar 10 unit mata uang digital yang disebut “Ggool”—kata dalam bahasa Korea yang berarti “madu”.
Ggool dapat digunakan di kafetaria kampus untuk membeli makanan, buku, atau bahkan kopi.“Inovasi ini menggabungkan teknologi ramah lingkungan dengan sistem ekonomi mikro. Kami ingin menunjukkan bahwa bahkan hal yang paling tidak kita perhatikan sehari-hari, seperti tinja, bisa memiliki nilai ekonomi dan ekologis,” ujar Profesor Cho.
Mahasiswa di kampus UNIST telah menyambut baik proyek ini. “Awalnya aneh, tapi sekarang saya terbiasa. Menyenangkan juga bisa beli kopi dari toilet,” kata Kim Ji-hoon, mahasiswa teknik sipil. Proyek yang menjadi simbol nyata bagaimana ekonomi sirkular dan teknologi hijau bisa bersinergi dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Korea Selatan tengah mempertimbangkan untuk memperluas sistem ini ke kampus dan komunitas lain sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon dan mempromosikan sumber energi alternatif.













