KLIKFAKTA38 – Jakarta — Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus pencurian data kartu kredit yang kini semakin canggih. Belakangan, marak laporan bahwa data dan saldo kartu kredit dapat “tersedot” tanpa adanya kontak fisik, terutama di lokasi-lokasi ramai seperti pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, hingga acara konser.
Modus ini memanfaatkan perangkat skimmer atau pembaca kartu nirkabel berteknologi RFID/NFC yang disamarkan dalam tas atau saku pelaku. Dengan hanya berdiri dekat korban, data pada kartu kredit atau debit berfitur contactless bisa terbaca dan digunakan untuk transaksi ilegal.
Kepala Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo menjelaskan, teknologi contactless memang memudahkan transaksi, namun juga berpotensi disalahgunakan jika keamanan fisik kartu diabaikan.
“Pelaku memanfaatkan jarak pembacaan perangkat yang bisa mencapai beberapa sentimeter. Di tempat padat, korban sering tidak menyadari data kartunya sudah terbaca,” ujarnya, Selasa [12/8/2025].
Kepolisian mengimbau pemegang kartu untuk:
1. Menyimpan kartu dalam dompet atau sleeve anti-RFID.
2. Menonaktifkan fitur contactless jika tidak digunakan.
3. Mengaktifkan notifikasi transaksi melalui SMS atau aplikasi perbankan.
4. Segera melapor jika ada transaksi mencurigakan.
Kasus pencurian data kartu kredit tanpa sentuhan ini sudah dilaporkan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Aparat kini tengah menelusuri jaringan pelaku yang diduga memanfaatkan perangkat canggih impor untuk menjalankan aksinya.
OJK mengingatkan, kemudahan bertransaksi seharusnya diimbangi dengan kesadaran keamanan digital dan fisik. “Satu detik lengah, saldo bisa raib,” tegas Anto.













