KLIKFAKTA38 – Jakarta – Kepolisian RI menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik atas tewasnya seorang driver ojek online (ojol) dalam tragedi aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, yang berujung ricuh. Insiden tersebut terjadi ketika aparat melakukan pengamanan massa aksi pada Kamis [28/8].
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya menyesalkan peristiwa tersebut dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. “Kami meminta maaf kepada masyarakat, khususnya keluarga almarhum. Kami pastikan kasus ini diproses secara transparan dan tuntas,” ujarnya di Mabes Polri, Kamis[28/8].
Dalam insiden itu, korban yang diketahui tengah melintas di sekitar lokasi aksi terkena imbas bentrokan dan dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka serius terlindas mobil rantis polisi. Kejadian ini memicu kecaman luas dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat sipil dan komunitas driver ojol.
Polri mengumumkan bahwa tujuh personel kepolisian yang diduga terlibat langsung telah diamankan oleh Divisi Propam untuk menjalani pemeriksaan intensif. “Mereka sudah ditetapkan sebagai terperiksa. Jika terbukti bersalah, akan ada sanksi tegas baik etik maupun pidana,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Trunoyudo Wisnu Andiko.
Sementara itu, massa ojek online berencana menggelar doa bersama sekaligus aksi damai menuntut keadilan di lokasi kejadian. “Kami ingin kasus ini diusut tuntas, jangan ada lagi korban rakyat kecil dalam aksi-aksi seperti ini,” ujar Ketua Komunitas Ojol Bersatu, Andi Saputra.
Lembaga bantuan hukum dan Komnas HAM juga telah menyatakan akan memantau perkembangan kasus ini, termasuk meneliti indikasi pelanggaran prosedur dalam penggunaan kekuatan oleh aparat saat mengurai massa aksi.
Kasus ini menambah daftar panjang peristiwa kekerasan dalam demonstrasi yang melibatkan aparat keamanan. Publik kini menanti komitmen Polri dalam menegakkan akuntabilitas dan memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.














