HEADLINE: Era Baru Otomotif Nasional, Pabrik BYD Subang Resmi Mulai Produksi Mobil Listrik ‘Made in Indonesia’

banner 120x600

KLIKFAKTA38 -SUBANG, 26 Februari 2026 – Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD (Build Your Dreams), hari ini resmi menandai tonggak sejarah baru dengan dimulainya operasional produksi mobil listrik secara lokal di Indonesia. Fasilitas manufaktur yang berlokasi di kawasan industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, kini telah memasuki tahap produksi massal setelah rampung pembangunannya pada akhir tahun lalu.

‎Langkah ini mempertegas komitmen PT BYD Motor Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai hub kendaraan listrik (EV) utama di Asia Tenggara. Berdiri di atas lahan seluas 108 hektare, pabrik ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun.

‎Fokus pada Model Terlaris dan TKDN

‎Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, lini produksi pertama akan difokuskan pada model-model yang menjadi kontributor penjualan terbesar di pasar domestik, yakni BYD M6 dan BYD Atto 3.

‎Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menyatakan bahwa perusahaan telah mengantongi sertifikasi penting, termasuk nomor identifikasi kendaraan (WMI) lokal dan sertifikasi IKD (Incomplete Knock Down).

‎”Produksi lokal ini adalah wujud janji kami kepada pemerintah dan konsumen Indonesia. Dengan memproduksi di dalam negeri, kami tidak hanya mengejar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih tinggi, tetapi juga memastikan ketersediaan unit yang lebih cepat bagi pelanggan,” ujar Luther dalam keterangan persnya.

Baca juga: ‎Baru Sebulan Dikerjakan, Proyek Jalan Rp1,5 Miliar di Bima Mulai Mengelupas

‎Dampak Ekonomi dan Investasi

‎Investasi senilai lebih dari Rp16 triliun ini diperkirakan akan menyerap hingga 18.000 tenaga kerja lokal secara bertahap. Selain perakitan mobil, ekosistem di Subang juga direncanakan mencakup pusat penelitian dan pengembangan (R&D) serta fasilitas pelatihan untuk transfer teknologi otomotif mutakhir.

‎Hadirnya pabrik BYD juga membawa angin segar bagi konsumen di tanah air. Dengan status produksi lokal, BYD dapat menikmati berbagai insentif pemerintah sesuai Perpres No. 79/2023, yang diharapkan mampu menjaga harga jual tetap kompetitif dibandingkan saat masih berstatus impor utuh (CBU).

‎Mengakhiri Era Impor

‎Data industri mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, BYD sempat menjadi pemimpin pasar EV dengan volume impor tertinggi. Namun, mulai kuartal pertama 2026 ini, BYD secara bertahap akan menghentikan pengiriman unit dari China dan mengandalkan sepenuhnya pada hasil rakitan anak bangsa untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia.

‎Kehadiran pabrik ini memposisikan Indonesia sejajar dengan Thailand sebagai negara dengan fasilitas manufaktur BYD terbesar di kawasan ASEAN, sekaligus mendukung target nasional menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *