Berita Duka: Meninggalnya Suryadharma Ali, Mantan Menteri Agama

KLIKFAKTA38 – JAKARTA, Kamis 31 Juli 2025 – Mantan Menteri Agama RI periode 2009–2014, Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si., tutup usia pada Kamis pagi, 31 Juli 2025 sekitar pukul 04.18–04.25 WIB saat dirawat di RS Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan.

Ia meninggal dalam usia 67 tahun (lahir 19 September 1956). Kabar duka ini disampaikan oleh pihak keluarga serta Kementerian Agama melalui pernyataan resmi.

banner 325x300

Rencana Pemakaman

Jenazah akan disemayamkan di kediaman keluarga di Jalan Cipinang Cempedak I No. 30, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.

Pemakaman direncanakan usai salat Zuhur di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Cikarang Barat, Bekasi.

Profil & Jejak Karier

Suryadharma Ali lahir pada 19 September 1956 di Jakarta, dan menempuh pendidikan sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Ia menjabat sebagai Menteri Negara Koperasi & Usaha Kecil Menengah (2004–2009), kemudian menjadi Menteri Agama di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2009–2014).

Juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak Februari 2007 hingga Oktober 2014.

Kontroversi Hukum

Pada 2014, Suryadharma ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas korupsi dana haji. Ia dinyatakan bersalah merugikan negara lebih dari Rp 27 miliar dan 17 ribu riyal Saudi.

Dipidana 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Ia mulai menjalani hukuman hingga bebas bersyarat pada 2022.

Tanggapan & Ucapan Duka

Ucapan belasungkawa mengalir dari tokoh publik dan lembaga, termasuk Kementerian Agama dan Partai PPP. Keluarga berharap masyarakat memberikan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ ala.

Kesimpulan

Kepergian Suryadharma Ali menutup bab cerita panjang tentang perjalanan politik dan pelayanan umat yang pernah dilakoninya. Di satu sisi, ia dikenang atas dedikasi sebagai pemimpin agama; namun kariernya juga ternoda oleh kasus korupsi yang mencuat di akhir masa jabatan. Semoga keluarga diberi kekuatan dan almarhum memperoleh tempat terbaik menurut agama yang dianut.

 

 

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi