Bupati Siak Dr. Afni: “Gaji Saya Paling Terakhir, Pegawai Harus Didahulukan”

Pesan moral yang viral dari unggahan Facebook Bupati Siak tentang empati dan disiplin fiskal.

banner 120x600

Klik Fakta38 – Siak, Sebuah unggahan dari Bupati Siak, Dr. Afni, di laman Facebook resminya menarik perhatian publik. Dalam tulisannya, Bupati perempuan ini menyampaikan arahan tegas kepada Sekda, Kepala BKD, dan seluruh OPD agar pembayaran gaji pegawai ASN dan non ASN dilakukan tepat waktu, apa pun kondisi keuangan daerah.

“Sesulit apa pun kondisi keuangan Siak, BKD wajib prioritaskan gaji pegawai. Karena setiap rumah tangga juga butuh perencanaan. Jika meleset, bisa banyak mudharatnya,” tulis Dr. Afni dalam unggahan tersebut.

Namun bagian yang paling banyak menuai apresiasi warganet adalah sikap pribadi sang Bupati yang meminta agar gajinya sendiri dibayarkan paling terakhir, setelah seluruh pegawai menerima haknya.

“Kalau gaji saya terlambat, berarti masih ada keterlambatan gaji pegawai. Dengan begini maka tidak ada keluhan pegawai bila terjadi keterlambatan, karena pemimpinnya juga belum gajian,” tulisnya.

Unggahan tersebut menuai banyak komentar positif dan dianggap sebagai wujud nyata kepemimpinan berempati dan berintegritas.

Dr. Afni juga mengingatkan seluruh kepala OPD untuk memperketat pengawasan terhadap kedisiplinan dan efisiensi kerja ASN.

“Banyak temuan pegawai yang jarang masuk kerja atau sering tak berada di tempat. Ini wajib ditertibkan. Kebocoran anggaran wajib ditindak tegas demi terselamatkannya uang rakyat,” lanjutnya.

Dalam tulisannya, Bupati Siak turut menyinggung kondisi fiskal daerah. Ia memperingatkan bahwa dana transfer pusat kemungkinan akan berkurang, sementara anggaran belanja pegawai sudah menembus Rp1,1 triliun per tahun, atau sekitar 50% dari APBD Siak yang hanya berkisar Rp2 triliun.

Situasi ini disebutnya sudah “tidak sehat” dan menjadi peringatan bagi jajaran pemerintah daerah untuk lebih kreatif mencari sumber PAD serta menjemput dana APBN dari kementerian.

“Seluruh Kepala OPD harus bekerja super ekstra, super inovatif, dan super kreatif. Setiap ASN harus ikut dilibatkan dalam gerakan menjaga ruang fiskal tetap sehat untuk kemaslahatan rakyat,” tegasnya.

Unggahan tersebut ditutup dengan pesan spiritual dan potret sederhana tentang ibunya — potret yang menambah sisi humanis seorang pemimpin.

“Ibu langsung ketawo pas nengok amplop. Katonyo ‘Gambarnyo jelek…’. Tak apolah, meski isi tak seberapo, yang penting Ibu ketawo, mako cukuplah dunio,” tulisnya mengakhiri.

Pesan itu menggambarkan pribadi Bupati Siak yang bukan hanya mengatur keuangan daerah, tapi juga menyentuh hati rakyat lewat teladan dan kasih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *