Daerah Istimewa Riau Makin Dekat? Wartawan dan Laskar Satu Suara Dukung Perjuangan

Solidaritas Laskar dan Wartawan Menggema di Balai Adat, Suarakan Keistimewaan Riau dari Akar Budaya Melayu

KlikFakta38 – Pekanbaru, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Senin petang (2/6/2025), menjadi saksi sejarah. Puluhan wartawan dari berbagai media dan 13 laskar dari berbagai elemen masyarakat hadir menyuarakan dukungan penuh terhadap pembentukan Daerah Istimewa Riau (DIR).

“Ada 13 laskar dan puluhan wartawan yang hadir saat ini untuk menyatakan dukungan terhadap perjuangan mewujudkan DIR,” ujar Datuk Khalid, pengurus Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) bidang hubungan antar lembaga.

banner 325x300

Kehadiran para pewarta dan tokoh laskar ini disambut hangat oleh Ketua MKA LAMR, Datuk Seri Marjohan Yusuf, dan Ketua DPH LAMR sekaligus Ketua BPP DIR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil. Keduanya menyebut peran media dan laskar sebagai “ujung tombak” perjuangan adat dan sejarah.

“Media, dalam hal ini wartawan, adalah pencatat sejarah. Laskar adalah penjaga marwah. Semoga pertemuan ini membawa berkah dan menjadi bagian dari sejarah kebangkitan Riau,” ungkap Datuk Seri Taufik dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa gagasan DIR bukan semata-mata kepentingan politik, tetapi berangkat dari akar sejarah, budaya, bahasa, dan kekayaan alam yang dimiliki Riau.

“Kita mengusung gagasan ini dari tamadun Melayu. Ini adalah keinginan luhur masyarakat Riau sejak dahulu kala,” tegasnya.

Dukungan Meluas dari Pemerintah dan Tokoh Rakyat

Dukungan terhadap DIR tak hanya datang dari LAMR dan elemen masyarakat sipil. Sebelumnya, Gubernur Riau Abdul Wahid, Ketua DPRD Riau, hingga anggota DPD RI Dapil Riau juga menyatakan sikap yang sama.

“Saat ini kami sedang berjuang untuk bertemu langsung dengan Ketua DPR RI,” ungkap Datuk Seri Marjohan Yusuf, menggambarkan keseriusan gerakan ini.

Di berbagai kabupaten, gelombang deklarasi dukungan juga terus menguat. LAMR Bengkalis, misalnya, telah menggelar deklarasi akbar bersama paguyuban dan tokoh masyarakat pada 28 Mei 2025 lalu, di Gedung LAMR Bengkalis. Acara itu turut dihadiri Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso.

Untuk Anak Cucu, Bukan Kepentingan Pribadi

Datuk Seri Marjohan menegaskan: perjuangan DIR bukan untuk LAMR atau tokoh tertentu, tetapi untuk masa depan anak cucu masyarakat Riau. Sebuah penghargaan terhadap jati diri dan kontribusi strategis Riau bagi Indonesia.

“Perjuangan ini adalah wujud kewajaran atas potensi, kontribusi, dan sejarah panjang masyarakat Melayu Riau,” ucapnya.

Solidaritas yang Menguat

Pertemuan ditutup dengan rasa haru dan optimisme. Hadir pula Datuk Firman Edi (Koordinator Hubungan Antar Lembaga DPP DIR), Datuk Said Amir (Anggota MKA), dan Datuk Arman dari Sekretariat LAMR.

“Dari hati yang paling dalam, kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Laskar dan Wartawan yang hadir. Ini adalah penyemangat besar bagi kami,” pungkas Datuk Seri Marjohan.