KLIKFAKTA38 – Jakarta, 2 Juni 2025 — Satu per satu dealer mobil Honda di berbagai kota besar di Indonesia mulai menutup operasionalnya secara permanen. Fenomena ini menjadi sinyal kekhawatiran atas menurunnya daya beli masyarakat dan dampak perlambatan ekonomi nasional yang terus berlangsung sejak akhir tahun lalu.
Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya lima dealer resmi Honda di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur mengumumkan penutupan total melalui media sosial dan pengumuman resmi kepada pelanggan. Beberapa dealer menyebutkan bahwa penjualan kendaraan roda empat menurun drastis hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya
“Sejak kuartal keempat 2024, tren penjualan mulai turun tajam. Meskipun ada promosi besar-besaran, minat beli masyarakat tetap rendah,” ujar Dedi Santoso, manajer operasional sebuah dealer Honda di Bekasi yang resmi ditutup pada Mei lalu.Lesunya pasar otomotif ini turut diperparah oleh kondisi ekonomi makro yang belum sepenuhnya pulih.
Inflasi yang tinggi, suku bunga pinjaman yang masih di atas 10 persen, serta ketidakpastian arah kebijakan fiskal membuat konsumen lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial, termasuk untuk membeli kendaraan baru
Pengamat otomotif dari Institut Transportasi Nasional, Dr. Rini Wulandari, menilai bahwa fenomena ini bukan hanya dialami Honda, tetapi juga mulai menjalar ke merek-merek lain. “Pasar mobil memang sedang mengalami titik nadir. Jika kondisi ekonomi tidak segera membaik, bisa terjadi gelombang penutupan dealer di berbagai merek otomotif,” katanya.
Sementara itu, pihak PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai agen pemegang merek Honda Honda di Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang penutupan dealer ini. Akan tetapi sebelumnya, HPM sempat menyebut bahwa mereka tengah mengkaji ulang strategi distribusi dan penjualan di tengah tantangan pasar yang dinamis.
Konsumen yang terdampak penutupan dealer diimbau untuk tetap mengakses layanan purna jual melalui jaringan dealer resmi Honda lainnya yang masih beroperasi, atau melalui layanan digital yang kini terus dikembangkan oleh produsen.













