KLIKFAKTA38 – Moskow, 30 Juli 2025 — Sebuah gempa bumi dahsyat dengan kekuatan magnitudo 8,7 Skala Richter mengguncang kawasan timur jauh Rusia pada Selasa dini hari waktu setempat. Guncangan kuat dirasakan selama hampir satu menit dan memicu kepanikan massal di berbagai kota, termasuk Vladivostok dan Kamchatka.
Badan Geologi Rusia mencatat pusat gempa berada di kedalaman 22 km di bawah permukaan laut, sekitar 150 kilometer tenggara Semenanjung Kamchatka. Gempa terjadi pukul 03.17 waktu setempat dan langsung disusul dengan serangkaian gempa susulan berkekuatan 6 hingga 7 SR.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik saat bangunan-bangunan berguncang hebat, lampu gantung bergoyang liar, serta warga berhamburan ke luar rumah sambil membawa barang seadanya. Sirene peringatan tsunami sempat berbunyi di sejumlah wilayah pesisir, mendorong evakuasi ribuan penduduk ke titik aman.
“Saya terbangun karena tempat tidur berguncang sangat keras. Piring-piring jatuh dari rak, dan listrik sempat padam beberapa menit,” ujar Marina Petrova, seorang warga di Petropavlovsk-Kamchatsky.
Otoritas setempat segera mengaktifkan status tanggap darurat dan mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan evakuasi. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun beberapa bangunan dilaporkan rusak berat dan akses jalan tertutup oleh longsoran tanah.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) sempat mengeluarkan peringatan tsunami bagi wilayah pantai timur Rusia, Jepang utara, dan sebagian Alaska, namun kemudian dicabut setelah tidak terdeteksi gelombang besar yang signifikan
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menginstruksikan Kementerian Situasi Darurat dan militer untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan serta memastikan keamanan penduduk di wilayah terdampak.
“Keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Kami akan mengerahkan semua sumber daya untuk menangani situasi ini,” kata Presiden Putin dalam pernyataan resminya.
Hingga kini, tim SAR masih melakukan pencarian di sejumlah bangunan yang runtuh dan terus memantau kemungkinan gempa susulan.













