Elon Musk Cabut dari Pemerintahan Trump, Sindir RUU ‘Besar tapi Bikin Defisit’

Musk akhiri peran sebagai Pegawai Khusus Trump setelah berselisih soal RUU anggaran, sebut proyek efisiensi jadi sia-sia.

banner 120x600

Klikfakta38 – Miliarder teknologi Elon Musk resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Dalam unggahannya di platform X pada Rabu malam (waktu setempat), Musk menyebut masa tugasnya sebagai Pegawai Pemerintah Khusus telah berakhir, dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Trump atas kesempatan untuk memangkas pemborosan anggaran negara.

“Ketika masa tugas saya sebagai Pegawai Pemerintah Khusus berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden @realDonaldTrump atas kesempatan untuk mengurangi pemborosan pengeluaran,” tulis Musk”.

Musk memimpin proyek efisiensi anggaran di bawah Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) sejak Januari. Ia sempat menargetkan pemangkasan anggaran federal hingga $1 triliun, namun realisasi penghematan menurut situs resmi DOGE hanya sekitar $175 miliar—atau $1.088,96 per pembayar pajak.

Langkah Musk mundur dinilai tidak lepas dari ketegangan politik yang memuncak. Ia secara terbuka mengkritik RUU unggulan Trump yang memperpanjang pemotongan pajak tahun 2017 dan meningkatkan syarat bantuan sosial, menyebutnya sebagai “tagihan besar yang meningkatkan defisit, bukan menguranginya.”

“Menurut saya, sebuah RUU bisa besar, atau bisa juga indah. Tapi saya tidak yakin keduanya bisa,” kata Musk dalam wawancara dengan CBS Sunday Morning”.

RUU tersebut—yang disebut-sebut dapat meningkatkan defisit AS sebesar $3,9 triliun pada 2034 telah disahkan oleh DPR dan menunggu pembahasan di Senat.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa meskipun Musk mundur, proyek DOGE akan tetap berlanjut. Namun, laporan Politico menyebut pengunduran diri Musk telah dipertimbangkan sejak April, usai serangkaian gesekan dengan pejabat tinggi termasuk Menlu Marco Rubio.

Sementara itu, tingkat persetujuan publik atas peran Musk dalam pemerintahan juga menurun. Survei Washington Post–ABC News bulan April menunjukkan approval rate hanya 35 persen.

Musk kini menyatakan akan kembali fokus penuh pada Tesla, X, xAI, dan peluncuran besar Starship milik SpaceX.

“Kembali kerja 24/7 dan tidur di ruang konferensi. Waktunya perbaiki performa,” tulis Musk, menyinggung gangguan sistem X yang terjadi baru-baru ini”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *