Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Capai 800 Kilometer, Warga Diimbau Waspada

KLIKFAKTA38 – Lumajang, Jawa Timur – 19 Juni 2025, Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali mengalami erupsi pada Rabu pagi [17/9], dengan kolom abu letusan dilaporkan mencapai ketinggian hingga 800 kilometer ke arah atmosfer. Letusan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan memicu peningkatan status kewaspadaan di sejumlah wilayah sekitarnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi sekitar pukul 05.42 WIB. Letusan disertai suara gemuruh yang terdengar hingga radius 30 kilometer, dan hujan abu dilaporkan mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Malang, hingga sebagian Blitar.

banner 325x300

“Kolom abu teramati berwarna kelabu tebal, membumbung sangat tinggi dan terbawa angin ke arah barat daya. Data satelit dan pengamatan visual mengindikasikan kolom letusan mencapai ketinggian luar biasa,” ujar Kepala PVMBG, Dr. Hendra Nugroho, dalam konferensi pers darurat.

Walau tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menginstruksikan evakuasi warga dari radius 13 kilometer dari puncak Semeru dan mengaktifkan posko tanggap darurat di lima kecamatan.

Jalur pendakian Gunung Semeru resmi ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Aktivitas masyarakat, termasuk penambangan pasir di sepanjang aliran lahar Gunung Semeru, juga dihentikan sementara.

BMKG turut mengingatkan potensi gangguan penerbangan akibat abu vulkanik, khususnya bagi rute-rute udara di wilayah selatan Jawa Timur. Maskapai diminta untuk memantau informasi NOTAM terbaru dan menyesuaikan jadwal penerbangan jika diperlukan.

Pemerintah daerah Lumajang telah mendistribusikan masker dan air bersih ke sejumlah desa terdampak. Sementara itu, warga diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Gunung Semeru, dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Erupsi besar terakhir tercatat pada Desember 2021.

Penulis: Hengki RevandiEditor: Hengki Revandi, Tim Jurnalis