KLIKFAKTA38 – Jakarta, 26 Oktober 2025 — Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya gambar tabung elpiji berslogan “Segera Diganti DME – Produk dari China” yang tersebar luas di berbagai platform media sosial sejak Sabtu malam 25/10]. Gambar tersebut menimbulkan beragam reaksi publik, terutama di tengah isu pemerintah tengah mengkaji program konversi elpiji ke Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar rumah tangga.
Dalam unggahan yang viral itu, terlihat tabung berwarna hijau dengan label “DME Gas – Made in China” disandingkan dengan tabung elpiji 3 kilogram. Banyak warganet mengaitkannya dengan kebijakan pemerintah yang disebut-sebut akan menghentikan impor elpiji dan menggantinya dengan DME hasil kerja sama dengan pihak asing.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan resmi mengganti elpiji dengan DME impor dari China. “Program DME memang sedang diuji coba sebagai alternatif substitusi elpiji, namun sumber produksinya difokuskan dari dalam negeri, bukan impor,” ujar juru bicara ESDM, Arif Gunawan, saat dikonfirmasi, Sabtu [25/10].
Arif menjelaskan bahwa proyek DME yang saat ini dikembangkan merupakan hasil kerja sama PT Bukit Asam (PTBA), Pertamina, dan Air Products. “Tujuannya justru untuk mengurangi ketergantungan impor elpiji. Jadi kalau ada gambar yang menyebut DME dari China, itu tidak benar,” tambahnya.
Sementara itu, pakar energi dari Universitas Indonesia, Irwan Siregar, menilai kemunculan gambar viral itu bisa jadi bagian dari disinformasi. “Masyarakat perlu hati-hati menyikapi kabar semacam ini. Pemerintah memang mengarah pada DME, tapi prioritasnya adalah produksi domestik agar lebih efisien dan mandiri energi,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, unggahan bergambar DME asal China tersebut telah dibagikan ribuan kali dan menjadi bahan perbincangan hangat di platform X (Twitter) dan Instagram. Pemerintah diminta segera memberikan klarifikasi lebih luas agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.














