KLIKFAKTA38 – Jakarta, 7–9 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pemerintah untuk menyiapkan fasilitas medis di Pulau Galang, Kepulauan Riau, guna menangani sekitar 2.000 korban warga Gaza yang terluka akibat perang. Instruksi ini disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Pulau Galang dipilih karena memiliki fasilitas rumah sakit dan infrastruktur pendukung memadai—sebelumnya digunakan sebagai pusat karantina COVID-19 dan bekas tempat pengungsi.
Program ini dirancang sebagai misi kemanusiaan sementara, bukan evakuasi atau relokasi—setelah sembuh, para korban akan dikembalikan ke Gaza.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan dukungan penuh atas inisiatif ini, menilai manajemen keamanan dan kenyamanan warga Gaza dapat dijalankan secara terkendali. Mereka menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari kementerian terkait
Provinsi Kepulauan Riau
Wakil Gubernur Kepri menambahkan bahwa penerimaan akan dilakukan secara bertahap—mungkin dimulai dengan 300–500 orang sebelum mencapai total 2.000—menggunakan fasilitas RSKI Galang.
Secara internasional, langkah ini dipandang sebagai aksi kemanusiaan. Media seperti Reuters, The Guardian, dan The Australian menekankan bahwa inisiatif tersebut bukan untuk relokasi permanen, namun semata untuk pengobatan dan perawatan sementara.
Namun, sejumlah tokoh—termasuk pemimpin Muslim dan pengamat Timur Tengah—mengkhawatirkan potensi implikasi politik. Kritik disampaikan bahwa gagasan ini bisa dianggap mendukung narasi relokasi warga Gaza, dan mengandung risiko jika dipolitisasi oleh pihak luar













