KLIKFAKTA38 – Pyongyang, 21 Juni 2025 — Korea Utara kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah laporan intelijen dari sejumlah negara menyebut bahwa Pyongyang telah menyalurkan senjata dalam bentuk cairan kimia ke kawasan konflik di Timur Tengah dan Asia Timur.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh lembaga pengawas senjata kimia independen yang berbasis di Jenewa, Swiss, yang menyatakan bahwa sejumlah kontainer berisi zat kimia berbahaya dikirim melalui jalur laut dari pelabuhan Nampo, Korea Utara, menuju pelabuhan yang tidak disebutkan namanya di Timur Tengah.
Sumber dari komunitas intelijen internasional mengatakan bahwa cairan tersebut diduga adalah agen neurotoksin tingkat tinggi, serupa dengan VX atau Novichok, yang telah diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Seorang pejabat tinggi dari Badan Energi dan Keamanan Internasional mengatakan, “Kami mengamati pola distribusi logistik militer Korea Utara yang tidak biasa dalam dua bulan terakhir. Ada indikasi kuat bahwa senjata cair ini diproduksi secara terpusat dan dikirim secara tersembunyi melalui jaringan sekutu regional.”
Sementara itu, pemerintah Korea Selatan dan Jepang menyatakan keprihatinan serius terhadap meningkatnya ancaman senjata kimia di kawasan. Pihak Korea Selatan bahkan telah meningkatkan status siaga militer di sepanjang Zona Demiliterisasi (DMZ).
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang darurat membahas laporan ini dan kemungkinan menjatuhkan sanksi tambahan kepada Korea Utara jika terbukti melanggar Konvensi Senjata Kimia yang ditandatangani sebagian besar negara di dunia, namun tidak oleh Pyongyang.
Sampai berita ini di himpun, Korea Utara belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun media pemerintah KCNA menyebut tudingan tersebut sebagai “rekayasa Barat untuk mendiskreditkan kedaulatan pertahanan nasional Korea Utara.”
Perkembangan yang menambah ketegangan geopolitik global di tengah krisis yang sudah memanas di berbagai belahan dunia.













