Longsor di Banjarnegara: 2 Tewas, Puluhan Warga Hilang — Operasi SAR Masih Terus Berlanjut

KLIKFAKTA38 – Banjarnegara, Jateng — Sebuah bencana longsor besar terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, dari tempat pengungsian ke hunian sementara, pada Selasa [18/11/2025]. Longsoran ini diduga dipicu oleh hujan deras selama beberapa jam.

Korban dan Kerusakan

banner 325x300

Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 2 orang tewas.

Selain itu, puluhan warga masih dinyatakan hilang; data terbaru menyebut 26 orang hilang setelah sebelumnya dilaporkan 27 hilang, setelah satu korban ditemukan.

Sekitar 424 jiwa mengungsi akibat longsoran.

Insiden juga merusak puluhan rumah dan lahan pertanian di wilayah terdampak.

Proses Penyidikan dan Tantangan Operasi

Tim SAR menghadapi kesulitan dalam evakuasi karena kondisi tanah di lokasi longsoran masih labil dan berpotensi longsor susulan.

Personel SAR bersama Tim gabungan Juga alat berat, telah dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban.

Dukungan Logistik dan Lokasi Pengungsian

Pengungsian warga dilakukan di beberapa titik, yaitu: Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba.

BPBD Banjarnegara bersama instansi terkait juga telah menyediakan dapur darurat, mata air bersih, dan perlengkapan kebersihan untuk pengungsi.

Tanggapan Resmi

Kepala BNPB, melalui juru bicaranya, menyatakan bahwa operasi penyelamatan akan terus digalakkan meskipun medan sulit dan hujan berpotensi muncul kembali.

Sementara itu, pemerintah daerah telah menetapkan status darurat lokal dan mengaktifkan posko bencana di titik-titik strategis.

Dampak dan Risiko Lanjut

Longsor ini menyoroti risiko tinggi wilayah Banjarnegara terhadap bencana tanah longsor, terutama pada musim hujan yang diperkirakan berlangsung dari September hingga April.

Waspada terhadap potensi longsor susulan menjadi kewaspadaan tinggi karena struktur tanah masih belum stabil.

Upaya Preventif

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim SAR optimistis dengan upaya pencegahan jangka panjang, antara lain:

Memetakan zona rawan longsor di desa-desa perbukitan.

Menyusun rencana evakuasi segera untuk penduduk yang tinggal di tebing rawan.

Edukasi warga soal mitigasi risiko menghadapi musim hujan ekstrem.

 

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi