KLIKFAKTA38 – Jakarta, 23 Oktober 2025 — Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Ketua Komite Emisi Nasional, menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya memegang peran strategis dalam pengendalian emisi karbon dan transisi energi.
Keputusan tersebut diumumkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani pada Kamis [23/10]. Dalam surat keputusan itu, Zulhas diberi mandat untuk mempercepat pelaksanaan perdagangan karbon nasional dan memperkuat regulasi pengurangan emisi lintas sektor, sejalan dengan target net zero emission 2060.
“Presiden ingin mempercepat implementasi ekonomi hijau dan memastikan kebijakan emisi nasional tidak hanya berpihak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Juru Bicara Kepresidenan, Dini Mulyani, di Istana Negara.
Sementara itu, Luhut Panjaitan dikabarkan akan tetap menjadi penasihat senior dalam bidang transisi energi dan hubungan internasional. Namun, pergeseran posisi ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Luhut dalam koordinasi langsung terkait kebijakan emisi nasional yang selama ini ia jalankan sejak 2021.
Penunjukan Zulhas dinilai sebagai langkah politik sekaligus teknokratis. Selain memiliki pengalaman di pemerintahan, Zulhas dianggap mampu menjembatani kepentingan antara dunia usaha dan kebijakan lingkungan.
“Pak Zulhas diharapkan bisa membawa semangat baru agar perdagangan karbon bisa berjalan efektif dan transparan,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif.
Komite Emisi Nasional sendiri akan menjadi lembaga kunci dalam pelaksanaan sistem perdagangan karbon, sertifikasi hijau, dan pemantauan penurunan emisi dari industri energi, transportasi, hingga kehutanan.
Langkah Presiden Prabowo ini disebut sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran di bidang ekonomi hijau, sekaligus menandai era baru koordinasi lintas kementerian dalam pengendalian emisi di Indonesia.














