Menkeu Purbaya Minta PT Danantara Cicil Utang Rp2 Triliun per Tahun untuk Bayar Proyek Whoosh

KLIKFAKTA38 – Jakarta, 30 Oktober 2025 — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memintaPT Danantara, selaku salah satu pemegang saham proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), untuk mulai mencicil utang sebesar Rp2 triliun per tahun guna menutup kewajiban pembayaran pinjaman proyek tersebut.

Langkah ini diambil setelah evaluasi terbaru menunjukkan beban keuangan proyek Whoosh masih cukup tinggi akibat pembengkakan biaya konstruksi dan operasional sejak masa awal pembangunan.

banner 325x300

“Negara tidak bisa terus menanggung seluruh beban finansialnya. Saya minta PT Danantara berkomitmen mencicil utangnya sebesar Rp2 triliun setiap tahun agar proyek ini bisa lebih sehat secara fiskal,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu [29/10].

Menurut Purbaya, mekanisme cicilan tersebut akan mulai diberlakukan pada tahun anggaran 2026 dan berlangsung hingga kewajiban lunas. Pemerintah, katanya, tetap memberikan ruang negosiasi terkait skema pembayaran, namun menegaskan agar tidak ada lagi penundaan.

“Kita ingin proyek strategis nasional seperti Whoosh berjalan efisien, tidak menjadi beban jangka panjang bagi keuangan negara,” tambahnya.

Sementara itu, pihak PT Danantara belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan tersebut. Namun sumber internal perusahaan menyebut sedang dilakukan kajian bersama Kementerian Keuangan untuk menyesuaikan kemampuan pembayaran dengan kondisi keuangan perusahaan.

Proyek Kereta Cepat Whoosh diketahui menelan biaya lebih dari Rp120 triliun, dengan sebagian besar pembiayaan berasal dari pinjaman luar negeri. Pemerintah terus mendorong agar seluruh pihak yang terlibat berkontribusi dalam pelunasan sesuai porsi kepemilikannya.

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi