Menu ✖

Otomatis
FAKTA TERKINI

Headline

PDIP Sebut Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto sebagai Pengkhianatan terhadap Semangat Reformasi 1998

badge-check

PDIP Sebut Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto sebagai Pengkhianatan terhadap Semangat Reformasi 1998 Perbesar

KLIKFAKTA38 – Jakarta — Polemik penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada presiden kedua RI, Soeharto, kembali memanas setelah PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan penolakannya secara tegas. Partai berlambang banteng itu menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap spirit Reformasi 1998 yang menumbangkan rezim Orde Baru.

Sekretaris Jenderal PDIP dalam keterangannya menegaskan bahwa Reformasi 1998 adalah tonggak sejarah bangsa dalam meruntuhkan praktik otoritarianisme, pelanggaran HAM, dan korupsi yang dilekatkan pada masa pemerintahan Soeharto. “Memberikan gelar pahlawan kepada tokoh yang justru menjadi simbol dari apa yang ditentang oleh Reformasi adalah langkah yang mencederai rasa keadilan masyarakat dan mengaburkan memori kolektif bangsa,” ujarnya pada Selasa [11/11].

PDIP juga menyoroti bahwa pemberian gelar pahlawan harus melalui kajian historis yang ketat, objektif, dan tidak dipengaruhi kepentingan politik kekuasaan. Partai ini menilai bahwa rekam jejak Soeharto, termasuk rangkaian pelanggaran HAM serta pembungkaman demokrasi, tidak dapat diabaikan begitu saja. “Pahlawan bukan sekadar tokoh penting, tetapi sosok yang memperjuangkan kemerdekaan rakyat, bukan yang membatasi,” tegasnya.

Sejumlah tokoh internal partai juga menyuarakan kekhawatiran bahwa keputusan tersebut dapat mengarah pada upaya revisi sejarah secara sistematis. Mereka menilai langkah ini berpotensi mengaburkan perjuangan aktivis, mahasiswa, dan masyarakat yang menjadi korban represi selama puluhan tahun. “Reformasi dibayar mahal dengan nyawa, darah, dan air mata. Jangan sampai sejarah dikembalikan ke masa gelap,” kata seorang anggota DPR dari PDIP.

PDIP menegaskan akan terus menyuarakan penolakan dan mendorong pemerintah serta Dewan Gelar untuk mempertimbangkan ulang keputusan tersebut. Partai ini juga mengajak publik untuk menjaga ingatan sejarah agar nilai-nilai demokrasi yang lahir dari Reformasi 1998 tetap menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ringankan Beban Jobseeker, Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Publik Mulai 1 Januari 2027

23 Okt 2026 - 04:31 WIB

Ringankan Beban Jobseeker, Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Publik Mulai 1 Januari 2027

Kabut Asap Karhutla di Sumsel Kian Pekat: Jarak Pandang Terbatas, Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan

23 Okt 2026 - 04:28 WIB

Kabut Asap Karhutla di Sumsel Kian Pekat: Jarak Pandang Terbatas, Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan

Eks Pangdam Letjen TNI Widi Prasetijono Dituntut 10 Tahun Penjara dan Pemecatan dari Dinas Militer dalam Kasus Korupsi Lahan BUMD Cilacap

23 Okt 2026 - 04:25 WIB

Eks Pangdam Letjen TNI Widi Prasetijono Dituntut 10 Tahun Penjara dan Pemecatan dari Dinas Militer dalam Kasus Korupsi Lahan BUMD Cilacap

Sinergi Polri dan BNN Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, 8 Orang Ditangkap

23 Okt 2026 - 04:22 WIB

Sinergi Polri dan BNN Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, 8 Orang Ditangkap

Terbaik Wilayah Sumatera Deli Serdang Raih Penghargaan TPAKD Tahun 2026

22 Okt 2026 - 19:08 WIB

Terbaik Wilayah Sumatera Deli Serdang Raih Penghargaan TPAKD Tahun 2026
Trending di Headline