Pemerintah Siapkan Rencana Evakuasi Warga Cikande Terdampak Radiasi Cs-137

KLIKFAKTA38 – Serang, 14 Oktober 2025 — Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah evakuasi sementara bagi warga yang tinggal di zona merah kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di sekitar Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Langkah ini diambil agar proses dekontaminasi dapat berjalan lebih efektif dan aman bagi kesehatan masyarakat.

Identifikasi Kontaminasi & Titik Paparan

banner 325x300

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, telah diidentifikasi 10 titik di Cikande yang tercemar Cs-137, tersebar di kawasan industri maupun permukiman warga.

Di salah satu titik tercemar, tingkat radiasi telah diukur mencapai 33.000 µSv/jam, setara dengan sekitar 875.000 kali lipat dari radiasi alamiah — angka ini memicu alarm keras dari Menteri LH sebagai peringatan akan bahaya serius.

Sebanyak sembilan pekerja telah dinyatakan positif terpapar, berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan metode Whole Body Counting. Mereka telah menerima perawatan medis dan kini dipantau secara intensif.

Sebanyak 1.562 orang pekerja dan warga sekitar dalam radius 5 km telah diperiksa kesehatan sebagai bagian dari penanganan awal.

Rencana Evakuasi dan Relokasi Sementara

Rencana evakuasi bersifat sementara, sehingga warga dapat tetap kembali setelah kawasan dinyatakan aman melalui proses dekontaminasi.

Ketua Satgas Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, menyebut bahwa rumah-rumah yang akan dikosongkan adalah yang telah ditemukan jejak kontaminasi melalui survei lapangan dan uji terhadap pakaian penghuni rumah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Serang dan Polda Banten memastikan relokasi dilakukan dengan memperhatikan aspek kelayakan tempat tinggal dan kelangsungan aktivitas warga.

Tiga lokasi sudah disiapkan sebagai tempat relokasi sementara: Balai Latihan Kerja (BLK), Gedung PGRI, dan Wisma Bhayangkara.

Dalam proses evakuasi, pihak kepolisian menekankan pendataan yang teliti: siapa yang harus dievakuasi, aspek sanitasi (MCK), fasilitas tidur, transportasi ke sekolah atau tempat kerja.

Langkah Dekontaminasi & Penanganan Teknis

Dekontaminasi menyasar 10 titik yang telah dipetakan, dengan target paling lama satu bulan untuk tahap awal.

Material radioaktif diangkut ke fasilitas penyimpanan sementara (interim storage) milik PT PMT, dengan pengamanan menggunakan pelapis logam timbal agar radiasi tidak menular ke lingkungan maupun operator pengangkut.

Kendaraan yang keluar masuk kawasan industri diperiksa ketat agar tidak membawa kontaminan ke luar area.

Impor limbah logam bekas (scrap) akan dibatasi sementara. Kementerian Lingkungan Hidup menghentikan rekomendasi impor scrap hingga sistem pengawasan diperkuat.

Tantangan dan Risiko yang Dihadapi

Penentuan Zona & Akurasi Data

Menetapkan wilayah mana yang termasuk zona merah atau kuning memerlukan survei teknis dan pemodelan radiasi yang cermat agar tidak salah evakuasi warga yang sebenarnya aman.

Fasilitas Relokasi yang Layak

Relokasi harus menyediakan fasilitas dasar—air bersih, MCK, transportasi, fasilitas pendidikan—agar tidak mengorbankan kualitas hidup warga selama evakuasi berlangsung.

Kepercayaan Publik & Transparansi

Masyarakat perlu diyakinkan bahwa evakuasi bersifat sementara dan bahwa proses dekontaminasi akan dilakukan secara terbuka dan aman. Kesalahan komunikasi bisa memicu kepanikan atau penolakan evakuasi.

Sumber Kontaminasi & Penegakan Hukum

Asal Cs-137 masih dalam penyelidikan — bisa berasal dari impor logam bekas maupun kebocoran limbah menggunakan bahan bersifat radioaktif. Pihak berwenang telah menaikkan kasus ini menjadi penyidikan di Bareskrim polri.

Durasi & Biaya Dekontaminasi

Proses pembersihan area, pengangkutan dan penyimpanan material radioaktif memerlukan sumber daya manusia, peralatan khusus, logistik, dan pengawasan jangka panjang agar residu tidak menimbulkan bahaya tersembunyi.

Kesimpulan & Prospek

Rencana evakuasi warga Cikande menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia merespons serius insiden kontaminasi Cs-137 dengan langkah mitigasi terpadu—evakuasi sementara, dekontaminasi cepat, pembatasan impor scrap, dan penyidikan sumber radiasi.

Meski demikian, keberhasilan langkah ini akan sangat dipengaruhi oleh kecepatan, ketepatan teknis, keterlibatan masyarakat, dan kesinambungan pengawasan pasca-evakuasi. Jika evakuasi dan pembersihan berjalan lancar, warga dapat kembali ke rumahnya dengan jaminan lingkungan yang aman dan sehat.

 

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi