KLIKFAKTA38 – Pertamina mencatat laba bersih sebesar US$ 3,13 miliar, atau sekitar Rp 49,5 triliun (kurs Rp 15.847/US$) sepanjang 2024. Tetapi, menurut perhitungan konsolidasi oleh ANTARA, laba bersih mencapai Rp 45,9 triliun, saat pendapatan sebesar US$ 75,33 miliar.
Sementara itu, laporan dari Kabar Bursa menyatakan laba konsolidasi Rp 54,6 triliun, dengan bagian induk sebesar Rp 49,5 triliun—setelah mencatat impairment kilang USD 1,4 miliar.
Variasi angka disebabkan perbedaan metode pelaporan—ada yang mengacu ke laba konsolidasi grup, ada yang hanya mengacu ke entitas induk. Namun secara umum, laba core berada di kisaran Rp 49–50 triliun, dengan total grup antara Rp 46–55 triliun.
Kontribusi & Kinerja Lainnya
Total kontribusi ke negara (pajak, PNBP, dividen) mencapai Rp 401 triliun. Capex 2024 naik 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan investasi berkelanjutan.
Program efisiensi (cost optimisation) memberi tambahan sekitar US$ 1,38 miliar, Opini audit atas laporan keuangan adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) .
Pernyataan Manajemen
Simon Aloysius Mantiri (Direktur Utama):
“Dengan fokus pada peningkatan layanan publik dan menjaga pertumbuhan, Pertamina mampu mempertahankan kinerja finansial yang solid di tengah tantangan global”
Emma Sri Martini (Direktur Keuangan):
Menegaskan capex naik 4,3% dan program efisiensi berdampak langsung terhadap kinerja positif Pertamina.
Prospek ke Depan
Pertamina berkomitmen untuk memperkuat transformasi energi, efisiensi biaya, dan memperluas komponen lokal (TKDN). Manajemen optimistis kinerja akan terus tumbuh, seiring meningkatnya investasi dan dukungan pemerintah.













