KLIKFAKTA38 – Jakarta, 24 Juni 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa pagi [24/6]. Rapat ini membahas strategi nasional terkait ketahanan pangan dan penguatan sistem pertahanan negara sebagai bagian dari agenda prioritas 100 hari kerja pemerintahan.
Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Agus Subiyanto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Rapat berlangsung tertutup selama lebih dari dua jam.
Dalam keterangan pers usai rapat, Menteri Sekretaris Negara menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam menjamin ketersediaan pangan nasional serta memperkuat industri pertahanan dalam negeri.
“Presiden meminta agar ketahanan pangan dijadikan prioritas utama dan dilakukan percepatan program food estate di beberapa provinsi strategis,” ujar Sekretaris Negara. “Selain itu, penguatan industri pertahanan akan diarahkan untuk mendukung kemandirian alutsista nasional.”
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pembentukan Dewan Ketahanan Nasional yang akan mengintegrasikan isu pangan, energi, dan pertahanan dalam satu kerangka kebijakan.
Pemerintah pun berencana memperluas kerja sama dengan negara sahabat dalam pengembangan teknologi pertanian dan alutsista, termasuk kemungkinan investasi strategis dari mitra luar negeri.
Rapat terbatas yang merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mempercepat implementasi program prioritas nasional sesuai dengan visi “Indonesia Emas 2045”.













