Prabowo Perintahkan Operasi Besar-Besaran di Bangka Belitung: 80 Persen Timah Disebut Diselundupkan

KLIKFAKTA38 – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan operasi besar-besaran di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setelah menerima laporan maraknya praktik penyelundupan timah. Data yang masuk ke pemerintah menyebutkan bahwa sekitar 80 persen timah dari daerah tersebut tidak tercatat dalam jalur resmi dan diduga kuat masuk pasar gelap internasional.

“Ini masalah serius, negara dirugikan besar-besaran. Saya sudah perintahkan aparat gabungan untuk turun langsung mengawasi, menindak, dan menutup jalur-jalur ilegal,” tegas Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis [2/10].

banner 325x300

Menurut Prabowo, penyelundupan timah bukan hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga merusak tata kelola sumber daya alam serta mengancam keberlanjutan lingkungan. Pemerintah disebut tidak akan segan menindak aparat maupun pejabat daerah yang terlibat dalam praktik ini.

Operasi terpadu yang diperintahkan Presiden akan melibatkan TNI, Polri, Bea Cukai, serta Kementerian ESDM. Pemerintah pusat juga meminta dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat agar praktik ilegal dapat diberantas.

“Timah adalah aset strategis Indonesia. Kalau 80 persen dilarikan keluar jalur resmi, maka rakyat tidak mendapat manfaat apa pun. Itu harus dihentikan,” kata Prabowo.

Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah terbesar di dunia. Namun, pengelolaan sektor ini kerap dibayangi masalah ilegal mining, pencucian hasil tambang, hingga penyelundupan.

Sejumlah pengamat menilai langkah pemerintah pusat bisa menjadi titik balik dalam pembenahan industri timah nasional. “Operasi besar ini akan menentukan apakah negara serius menguasai kembali sumber daya alamnya atau membiarkan mafia tambang terus beroperasi,” ujar analis energi dan pertambangan, Raka Pradipta.

 

 

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi