Prabowo: Selama Menjajah, Belanda Curi Kekayaan Indonesia 31 Triliun US Dollar

KLIKFAKTA38 –  jakarta, 11 Mei 2025 — Presiden Prabowo Subianto mengeklaim negara Belanda telah merampas 31 triliun US Dolar (atau Rp 504 ribu triliun) selama menjajah RI.

Hal itu diucapkan saat kegiatan Indo Defence 2024 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta Pusat, pada Rabu (11/6).

banner 325x300

Menurut dia, nilai tersebut diketahui dari riset yang dia baca beberapa waktu yang lalu.

“Ada satu riset, beberapa minggu lalu yang menceritakan ke kita, bahwa selama menjajah, Belanda telah ambil kekayaan kita senilai dengan uang sekarang senilai USD 31 triliun,” kata dia.

Eks Menhan itu lalu membandingkan rampasan Belanda dengan produksi domestik bruto (PDB) RI yang kini mencapai 1,5 triliun USD.

Bila dibandingkan, rampasan Belanda 31 triliun dolar AS itu setara dengan sekitar 18 kali PDB RI.

“Sama dengan mungkin 18 kali seluruh produksi bangsa Indonesia, 18 kali GDP kita, atau sama dengan kurang lebih 140 tanun anggaran, anggaran kita 140 tahun,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa pelajaran yang dapat diambil adalah mesti bisa menjaga kekayaan yang dimiliki.

“Itu mengajarkan ke kita, kalau sekarang berhasil jaga kekayaan, mungkin GDP per kapita juga salah satu yang tertinggi di dunia,” tutur Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menyindir bangsa penjajah di masa lampau yang menjajah bangsa Indonesia.

Ia mengatakan sikap orang Indonesia yang sangat menghormati tamu membuat mereka enggan meninggalkan Indonesia saat itu.

“Kita sangat hormat sama tamu, sangking hormatnya ada tamu yang ratusan tahun enggak mau pergi dari Indonesia, terpaksa kita harus bertempur,” kata Prabowo.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa peperangan melawan penjajah di masa lampau itu merupakan yang terakhir.

Ia menyatakan Indonesia hanya akan berperang apabila terpaksa demi menjaga kedaulatan bangsa.

“Kita punya ajaran daripada nenek moyang kita, lebih baik kita mati daripada dijajah kembali,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Ia menyatakan bangsa Indonesia tidak bisa disuruh-suruh oleh siapapun dan berdaulat penuh hari ini.

“Kita akan hormat semua negara, kita akan hormat mereka, kita akan kerja sama mereka, dan kita harus beri contoh kepada semuanya,” ucap dia.