KLIKFAKTA38 – Jakarta, 7 Juli 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar di Kazan, Rusia, pada Sabtu [5/7]. Kehadiran Presiden Prabowo menandai partisipasi aktif Indonesia dalam upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan geopolitik global yang lebih inklusif dan multipolar.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya menciptakan tatanan dunia yang adil dan seimbang, di mana negara-negara berkembang memiliki suara yang lebih besar dalam pengambilan keputusan global.
“Kami percaya BRICS dapat menjadi mitra strategis dalam membangun masa depan yang lebih setara, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global, perubahan iklim, serta ketimpangan pembangunan,” ujar Prabowo di hadapan para kepala negara anggota BRICS, termasuk Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
Presiden Prabowo juga menyoroti potensi kerja sama konkret di bidang pangan, pertahanan, dan teknologi digital. Indonesia, menurutnya, siap menjadi jembatan strategis antara kawasan Indo-Pasifik dan aliansi ekonomi BRICS.
KTT BRICS tahun ini berlangsung selama dua hari dan mengusung tema “Kemitraan untuk Dunia yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan.” Isu yang dibahas mencakup reformasi lembaga keuangan internasional, dedolarisasi, ketahanan energi, serta perluasan keanggotaan BRICS.
Kehadiran Prabowo dalam forum ini juga membuka peluang Indonesia untuk memperluas pengaruh diplomatiknya, sekaligus menjajaki kemungkinan menjadi anggota BRICS di masa mendatang. Sejumlah analis menilai keikutsertaan ini sebagai langkah strategis pemerintahan baru dalam memperluas poros kemitraan global di luar dominasi Barat.
Delegasi Indonesia turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.













