KLIKFAKTA38 – CIMAHI, KOMPAS/JABAR, 4 Juli 2026 — Sebanyak 178 karyawan pabrik garmen PT Namnam Fashion Industries yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, resmi mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat penurunan volume pesanan yang berkepanjangan.
Kabar PHK massal tersebut menuai perhatian publik setelah video perpisahan para buruh yang saling berpelukan dan menangis haru di area pabrik mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Efisiensi Perusahaan dan Kondisi Operasional
Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat mengonfirmasi bahwa langkah PHK yang diambil manajemen PT Namnam Fashion Industries merupakan bentuk efisiensi perusahaan. Berberbeda dari kabar yang menyebut pabrik tutup total, operasional perusahaan dilaporkan tetap berjalan dengan menyisakan sekitar 101 pekerja.
“Bukan penutupan total, melainkan efisiensi. Pabrik masih beroperasi dengan sisa pekerja yang ada sekitar 101 orang. Langkah efisiensi dilakukan karena penurunan pesanan dalam jangka waktu yang cukup lama,” terang perwakilan Disnakertrans Jabar.
Penurunan pesanan yang dirasakan sejak beberapa tahun terakhir membuat kapasitas produksi merosot signifikan, sehingga manajemen tidak lagi sanggup mempertahankan jumlah tenaga kerja semula.
Baca juga: Respons Pidato Presiden Prabowo, Kedubes Iran Tegaskan Program Nuklir Hanya untuk Tujuan Damai
Hak Pekerja dan Pendampingan Disnaker
Terkait isu perselisihan hubungan industrial, Disnakertrans memastikan bahwa kewajiban perusahaan dalam pemenuhan hak-hak karyawan terdampak telah diselesaikan. Pesangon dan kompensasi diklaim telah dibayarkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Untuk meminimalisasi dampak ekonomi pada pekerja yang kehilangan mata pencaharian, pemerintah daerah bersiap mendampingi pencairan manfaat perlindungan sosial:
Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP): Memfasilitasi akses bantuan tunai dan informasi dari BPJS Ketenagakerjaan.
Akses Pasar Kerja Baru: Mendorong para pekerja terdampak untuk masuk ke dalam pangkalan data lowongan kerja aktif.
Pelatihan Kerja: Menyediakan program pembekalan keahlian (reskilling/upskilling) melalui BBLK/BLK daerah.
Tekanan Sektor Tekstil dan Padat Karya
Serikat pekerja menilai tekanan pada industri garmen dan tekstil nasional dipicu oleh kombinasi beberapa faktor eksternal, seperti kenaikan nilai tukar dolar, mahalnya bahan baku impor, lesunya daya beli masyarakat, serta tingginya persaingan produk impor.
Kondisi ini memaksa sejumlah produsen garmen di kawasan industri padat karya melalukan efisiensi ketat demi menjaga keberlangsungan usaha.














