SUMATERA DARURAT KABUT ASAP, TITIK API TERLIHAT DARI PANTAUAN SATELIT NASA

KLIKFAKTA38 – Sumatera, 27 Juli 2025 — Pulau Sumatera kembali dilanda darurat kabut asap setelah sejumlah titik panas terdeteksi meluas dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pantauan satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), sejumlah wilayah di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan menunjukkan sebaran titik api yang signifikan, sebagian besar berada di kawasan hutan dan lahan gambut.

Data dari sistem satelit FIRMS (Fire Information for Resource Management System) menunjukkan lonjakan jumlah hotspot sejak pertengahan Juli. Dalam 48 jam terakhir, tercatat lebih dari 750 titik api, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Pelalawan.

banner 325x300

Kabut asap tebal mulai menyelimuti beberapa kota seperti Pekanbaru, Jambi, dan Palembang. Akibatnya, jarak pandang menurun drastis hingga di bawah 500 meter pada pagi hari. Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan, sementara aktivitas belajar mengajar di beberapa sekolah mulai dialihkan ke sistem daring.

Status Siaga Darurat

Pemerintah Provinsi Riau dan Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga darurat bencana asap. Kepala BNPB, Letjen TNI (Purn) Suharyanto, menyatakan bahwa personel gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman, baik melalui darat maupun udara.

“Situasi ini sangat serius. Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas,” ujar Suharyanto saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu pagi.

Faktor Cuaca dan Pembakaran Lahan

BMKG mengonfirmasi bahwa cuaca kering ekstrem akibat fenomena El Niño memperparah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sementara itu, pihak kepolisian menyelidiki dugaan pembakaran lahan secara sengaja oleh oknum perusahaan perkebunan sawit dan HTI.

Kepala KLHK, Siti Nurbaya Bakar, memperingatkan bahwa perusahaan yang terbukti lalai atau sengaja membakar lahan akan menghadapi sanksi tegas, termasuk pencabutan izin operasional

Dampak Kesehatan dan Lingkungan

Kabut asap juga menimbulkan dampak kesehatan bagi warga. Dinas Kesehatan mencatat peningkatan signifikan kasus ISPA di sejumlah daerah. Rumah sakit di Pekanbaru dan Palembang melaporkan lonjakan pasien anak-anak dan lansia yang mengalami gangguan pernapasan.

Aktivis lingkungan mendesak pemerintah bertindak lebih cepat dan tegas. “Kebakaran hutan bukan hanya soal asap, tapi juga soal krisis iklim dan kejahatan lingkungan yang berulang tiap tahun,” kata Nurul Hidayati, juru bicara WALHI.

Hingga saat ini, pemerintah pusat belum menyatakan keadaan darurat nasional, namun evaluasi berkala terus dilakukan.

 

Penulis: Hengki RevandiEditor: Hengki Revandi, Tim Wartawan