KLIKFAKTA38 – Pangandaran, 8 Agustus 2025 — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan pemerintah yang memberikan izin operasional Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan pesisir Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Melalui akun media sosialnya, Susi menyebut keberadaan KJA dapat merusak ekosistem laut sekaligus mengancam keberlanjutan pariwisata dan mata pencaharian nelayan lokal.
“Pantai Pangandaran adalah kawasan wisata unggulan yang juga menjadi ruang hidup masyarakat pesisir. Hadirnya KJA di lokasi ini tidak hanya mencemari laut, tapi juga mengganggu keindahan alam yang menjadi daya tarik wisata,” tulis Susi dalam unggahan yang mendapat respons luas dari warganet dan aktivis lingkungan.
Susi, yang juga merupakan putri daerah Pangandaran, menegaskan bahwa kawasan pantai seharusnya dijaga dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Ia menyoroti adanya potensi limbah pakan dan kotoran ikan dari KJA yang bisa mencemari perairan dan merusak terumbu karang.
“Kalau laut rusak, nelayan kehilangan ikan, wisatawan enggan datang, siapa yang untung? Jangan korbankan lingkungan untuk kepentingan jangka pendek,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah Pangandaran membenarkan bahwa izin KJA telah dikeluarkan oleh otoritas terkait. Namun, mereka menyebut izin tersebut telah melalui kajian dampak lingkungan (AMDAL) dan prosedur perizinan sesuai peraturan.
“Kami tetap mengutamakan prinsip keberlanjutan. Akan dilakukan evaluasi secara berkala, dan apabila terbukti merusak lingkungan, izin bisa dicabut,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran, Jajang Rahmat.
Kontroversi ini memicu perdebatan publik antara pihak yang mendukung pengembangan budidaya laut dan mereka yang menginginkan pelestarian kawasan wisata alam. Sejumlah LSM lingkungan juga mulai menyuarakan penolakan dan mendesak pemerintah pusat untuk meninjau kembali izin yang diberikan.
Susi Pudjiastuti sendiri menyatakan akan terus menyuarakan kepeduliannya terhadap laut Indonesia, khususnya di kampung halamannya. Ia berharap pemerintah lebih bijak dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.













