KLIKFAKTA38 – Jakarta, 7 Juli 2025 — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyebut keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan permasalahan sampah sebagai dua isu utama yang sering membuat kepala daerah merasa kewalahan.
Pernyataan itu disampaikan Afriansyah dalam sebuah forum koordinasi nasional yang digelar di Jakarta, Sabtu (5/7), membahas tantangan pemerintahan daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan stabilitas sosial.
“Banyak kepala daerah yang mengeluhkan dua hal kepada saya: tekanan dari ormas-ormas tertentu yang tidak produktif dan masalah sampah yang tak kunjung selesai. Dua-duanya bikin kepala pusing,” ujar Afriansyah di hadapan peserta forum yang terdiri dari pejabat pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, sebagian ormas kerap menekan pemerintah daerah dengan berbagai tuntutan tanpa kontribusi yang jelas bagi pembangunan. “Bukan ormas yang aktif menyumbang solusi atau program, tapi justru menambah beban, bahkan kadang menyandera kebijakan,” jelas dia.
Di sisi lain, persoalan sampah juga dinilai belum tertangani dengan baik di banyak wilayah. Minimnya infrastruktur pengelolaan sampah, rendahnya kesadaran masyarakat, serta lemahnya penegakan aturan lingkungan menjadi penyebab utama.
Afriansyah mengajak pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat sipil yang konstruktif dan mempercepat inovasi di sektor pengelolaan lingkungan. “Kita butuh ormas yang berfungsi sebagai mitra strategis, bukan beban. Dan kita juga butuh kepala daerah yang berani membuat terobosan dalam urusan sampah,” pungkasnya.
Pernyataan Wamenaker ini langsung menuai beragam respons dari berbagai pihak, termasuk asosiasi kepala daerah dan pengamat kebijakan publik yang menganggap isu ini penting untuk ditindaklanjuti secara sistemik.













