KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 9 Juli 2025 – Mantan pebulutangkis nasional dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat, resmi ditunjuk menjadi Komisaris di PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), subholding milik PT PLN (Persero) yang bertugas menjamin pasokan energi primer untuk pembangkit listrik nasional.
Sekretaris Jenderal HIPMI, Anggawira—yang turut diangkat sebagai komisaris baru PLN EPI—mengonfirmasi bahwa pengangkatan Taufik dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada akhir Juni 2025.
Dijelaskan Anggawira, sejak akhir Juni Taufik resmi duduk di jajaran komisaris PLN.
Tugas dan Fokus Strategis PLN EPI
1. Pemegang saham memberikan tujuh mandat utama kepada jajaran komisaris baru, yaitu:
2. Memperkuat ketahanan pasokan energi primer nasional — khususnya batu bara, gas pipa, LNG, dan biomassa Erakini.
3. Mengoptimalkan portofolio energi primer untuk menekan biaya pokok penyediaan listrik dengan memperkuat penggunaan energi domestik.
4. Mengefisienkan rantai pasok serta tata kelola niaga melalui digitalisasi dan transparansi.
5. Percepatan pengembangan infrastruktur gas dan LNG, termasuk terminal, pipanisasi, dan strategi beyond-pipeline.
6. Mendukung transisi energi secara bertahap menjadi lebih ramah lingkungan.
7. Mendorong transformasi digital dan tata kelola perusahaan yang baik Bisnis Ekonomi.
8. Meningkatkan sinergi strategis dan mewujudkan kemandirian energi nasional Bisnis Ekononomi.
Latar Belakang Taufik Hidayat
Lahir pada 10 Agustus 1981, Taufik merupakan salah satu atlet bulu tangkis tunggal putra terbaik Indonesia—juara Olimpiade Athena 2004 dan Kejuaraan Dunia 2005.
Sebelum era pemerintahan, ia pernah menjabat staf khusus Kemenpora (2016–2018) dan sejak November 2024 menjabat Wamenpora di bawah Kementerian yang sama.
Penunjukan Taufik menambah daftar menteri dan wakil menteri yang merangkap jabatan komisaris BUMN. Ia menjadi Wamenpora ke-26 yang memegang posisi di BUMN selama era Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini memperlihatkan adanya tren sinergi antara jabatan politik/pemerintahan dan kepemimpinan di sektor usaha negara.













