KLIKFAKTA38 – Tel Aviv, 20 Juli 2025 — Rilis film Superman: Legacy menuai kontroversi di Israel setelah sejumlah warga menyerukan aksi boikot terhadap film tersebut. Pemicu utama boikot adalah pernyataan politik sang pemeran utama, David Corenswet, yang beberapa waktu lalu secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina.
Dalam wawancara eksklusif yang beredar luas di media internasional, Corenswet menyebutkan bahwa “Palestina layak mendapatkan keadilan dan kemerdekaan dari penjajahan.” Pernyataan ini memicu reaksi keras di Israel, dengan berbagai kelompok pro-Israel menuding sang aktor membawa agenda politik ke dalam industri hiburan.
Gerakan boikot mulai meluas di media sosial Israel dengan tagar #BoycottSuperman menjadi trending di platform X (dulu Twitter). Sejumlah bioskop di wilayah Yerusalem dan Tel Aviv bahkan dilaporkan mengalami penurunan jumlah penonton sejak film tersebut tayang pada akhir pekan lalu.
“Kami tidak akan menonton film yang diperankan oleh orang yang membela musuh negara kami,” ujar Avi Ben-Eliezer, seorang aktivis sayap kanan di Tel Aviv.
Sementara itu, distributor film Superman: Legacy di Timur Tengah belum memberikan pernyataan resmi terkait boikot tersebut. Namun, pihak studio Warner Bros tetap menyatakan komitmennya terhadap kebebasan berekspresi yang dimiliki para artisnya.
Film Superman: Legacy sendiri merupakan bagian dari reboot besar semesta DC, dan telah mendapat sambutan positif dari kritikus film global, meski kontroversi politik tampaknya mengaburkan antusiasme di beberapa negara.
Isu yang kembali menegaskan bagaimana konflik Israel-Palestina kini turut merambah ke ranah budaya populer, di tengah ketegangan yang terus berlangsung di kawasan tersebut.













