Ma’ruf Amin Kritik Dedi Mulyadi Usai Penghapusan Hibah Pesantren: “Kesalahan Besar

KLIKFAKTA38 – Jakarta — Wakil Presiden RI periode 2019–2024, Ma’ruf Amin, melontarkan kritik tajam kepada mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, terkait kebijakan penghapusan program hibah untuk pesantren di daerah tersebut. Menurut Ma’ruf, keputusan itu merupakan “kesalahan besar” yang berpotensi menghambat perkembangan pendidikan berbasis keagamaan.

“Pesantren adalah bagian penting dari pembinaan moral, akhlak, dan pendidikan masyarakat. Menghapus dukungan hibah sama saja dengan mengurangi perhatian terhadap salah satu pilar pendidikan bangsa,” ujar Ma’ruf Amin dalam keterangannya di Jakarta, Kamos [14/8].

banner 325x300

Ma’ruf menilai, pemerintah daerah seharusnya memperkuat fasilitas dan dukungan bagi pesantren, bukan justru menghilangkannya. Ia mengingatkan, pesantren telah terbukti berperan dalam mencetak generasi yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan memiliki keterampilan hidup.

Kritik ini muncul setelah keputusan Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu yang mencoret alokasi dana hibah pesantren dalam APBD daerah. Dedi beralasan penghapusan itu dilakukan demi efisiensi anggaran dan menghindari potensi penyalahgunaan.

Meski demikian, Ma’ruf Amin menegaskan bahwa persoalan transparansi dan akuntabilitas dana dapat diatasi melalui pengawasan ketat, bukan dengan menghapus program sepenuhnya.

“Kalau ada masalah di pelaksanaan, solusinya perbaiki mekanisme, bukan memutus bantuan. Pesantren perlu didukung, karena dari sanalah lahir ulama, pemimpin, dan pejuang bangsa,” tegasnya.

Sejumlah organisasi keagamaan pun turut menyuarakan keberatan atas kebijakan tersebut, meminta agar pemerintah daerah meninjau kembali keputusan itu demi menjaga keberlangsungan pendidikan pesantren.

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi