KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 24 Mei 2025 — Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa desakan untuk mencopot Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merupakan bagian dari proses evaluasi yang dilakukan pemerintah.
Prasetyo menegaskan bahwa aspirasi dari masyarakat, didengarkan dan dipertimbangkan secara matang.”Itu bagian dari evaluasi-evaluasi kita. Tentu mendengarkan aspirasi dari masyarakat, terutama masyarakat kedokteran.
Teman-teman dokter adalah individu-individu pilihan yang pasti memberikan masukan berdasarkan pertimbangan yang matang,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis [22/5].
Latar Belakang DesakanDesakan untuk mencopot Menkes Budi Gunadi Sadikin mencuat setelah 121 guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.
Mereka menyoroti kondisi pendidikan kedokteran dan sistem kesehatan yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Kritik mereka tertuju pada narasi negatif terhadap profesi kedokteran serta perubahan dalam struktur kelembagaan kolegium kedokteran yang kini berada di bawah kendali Kementerian Kesehatan.
Perubahan itu dipandang dapat mengganggu independensi serta objektivitas lembaga profesi .Selain itu, tekanan publik terhadap Menkes juga datang melalui petisi online yang diluncurkan oleh Sekretariat Aliansi Ketahanan Kesehatan Bangsa sejak 4 Mei 2025.
Petisi tersebut menganggap bahwa sejumlah kebijakan Menkes tidak pro-rakyat maupun pro-profesionalisme tenaga kesehatan.
Beberapa poin yang dipersoalkan mencakup penghentian sepihak terhadap program pendidikan dokter spesialis (PPDS), pendirian fakultas kedokteran yang tidak dibarengi dengan strategi distribusi SDM, promosi asuransi swasta, hingga penggunaan influencer dalam penyebaran kebijakan publik.













