Ledakan Besar Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, berikut Kronologinya

KLIKFAKTA38 – MEDAN — Sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan perumahan elite Grand Polonia, Jalan Perhubungan, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden tersebut merubuhkan sebuah bangunan rumah bertingkat hingga hancur berantakan dan merusak sejumlah unit rumah di sekitarnya.

Ledakan keras ini mengakibatkan runtuhnya struktur utama bangunan. Hantaman gelombang kejut membuat material beton, kayu, dan pecahan kaca beterbangan hingga merusak kendaraan serta kanopi rumah warga di sekitarnya.

banner 325x300

Kronologi kejadian

Ledakan yang terjadi di rumah bernomor 3B tersebut menyebabkan bangunan bertingkat itu roboh dan mengalami kerusakan parah.

Seorang korban ditemukan meninggal dunia dalam proses pencarian. Sementara itu, dua orang lainnya masih dicari karena diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

Evakuasi Korban dan Dampak Kerusakan

Tim SAR gabungan dari Basarnas Medan, TNI, Brimob Polda Sumut, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area serta memfokuskan pencarian terhadap korban yang tertimbun reruntuhan material bangunan.

Petugas mengerahkan alat berat dan peralatan extrication serta drone thermal untuk menembus reruntuhan atap cor beton dan rangka baja yang menutupi titik-titik evakuasi.

Catatan Kerusakan:

Bangunan Utama: Runtuh total pada struktur lantai atas dan bawah.

Dampak Sekitar: Sedikitnya 5–7 rumah di sekitar lokasi mengalami kerusakan pada bagian jendela, dinding, dan kanopi.

Kendaraan: Tiga unit mobil mewah tertimpa puing reruntuhan di halaman depan.

Baca juga: Polisi Usut Kematian Pengacara RMN yang Jatuh dari Lantai 46 Apartemen di Setiabudi

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan tim Penjinak Bahan Peledak (Jibom) Den Gegana Satbrimob Polda Sumut masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan pemicu utama ledakan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menyampaikan bahwa indikasi awal dari investigasi mengarah pada dugaan kebocoran saluran gas tanam bawah tanah. Meski demikian, penyelidikan menyeluruh bersama pihak terkait terus berjalan guna mengonfirmasi temuan tersebut.

Petugas imbau masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk tetap tenang dan tidak mendekati area steril guna mengantisipasi potensi bahaya dari struktur bangunan yang belum stabil.

 

 

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi