KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 13 Juli 2026 — Mantan Menko Polhukam Mahfud MD kembali membuat pernyataan berani dan blak-blakan terkait ketegangan yang melibatkan Kejaksaan Agung dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Secara gamblang, Mahfud menyebut bahwa penanganan kasus penguntitan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) oleh anggota Densus 88 beberapa waktu lalu, sengaja dibiarkan menguap dan tidak ditangani secara serius oleh pihak Kepolisian.
Pernyataan ini seperti menyiram bensin ke dalam api yang selama ini coba diredam oleh pihak-pihak terkait lewat narasi “semua baik-baik saja.”
Redam Isu demi Stabilitas, Korbankan Transparansi?
Mahfud menilai, keputusan untuk tidak melanjutkan pengusutan kasus penguntitan tersebut ke ranah hukum yang transparan merupakan langkah politis yang disengaja. Tujuannya jelas: mencegah benturan terbuka antarinstitusi penegak hukum yang bisa memicu krisis kepercayaan publik yang lebih masif.
“Kasus itu sengaja tidak ditangani oleh Polri karena kalau dibuka secara telanjang, dampaknya akan merusak citra kedua lembaga. Akhirnya dipilihlah jalan kompromi di tingkat atas,” ujar Mahfud dalam sebuah diskusi di Jakarta.
Langkah “damai di bawah karpet” ini, menurut Mahfud, justru meninggalkan preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Publik dipaksa menerima akhir cerita yang menggantung tanpa pernah tahu siapa aktor intelektual di balik perintah penguntitan tersebut.
Kronologi Ketegangan: Dari Kuping ke Kuping, Berakhir Dingin
Bagi publik yang lupa, berikut adalah garis waktu bagaimana isu panas ini bergulir hingga akhirnya sengaja “didinginkan”:
Insiden Penguntitan Jampidsus
Mei 2024
Anggota Densus 88 tertangkap basah menguntit Jampidsus Febrie Adriansyah saat makan malam di sebuah restoran di Jakarta Selatan. Salah satu penguntit diamankan oleh kawalan militer Jampidsus.
Eskalasi di Media & Konvoi Brimob
Akhir Mei 2024
Suasana memanas. Muncul isu penggeledahan dan konvoi kendaraan taktis Brimob di dekat gedung Kejaksaan Agung. Publik berspekulasi terjadi “perang dingin” antarlembara.
Baca juga; Diduga Terima Suap dari Pemkab Muara Enim, Dua Pegawai BPK Ditahan KPK
Pertemuan ‘Damai’ Istana
Awal Juni 2024
Kapolri dan Jaksa Agung tampak bersalaman di Istana Negara di depan Presiden, mengklaim hubungan mereka baik-baik saja dan masalah telah selesai secara internal.
Pernyataan Blak-Blakan Mahfud MD
Juli 2026
Mahfud MD membongkar bahwa penyelesaian tersebut hanyalah taktik meredam situasi, sementara substansi pelanggaran hukumnya sengaja tidak disentuh oleh Polri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Mabes Polri belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan menohok dari Mahfud MD ini. Namun satu hal yang pasti: skeptisisme publik terhadap independensi penegakan hukum di tanah air dipastikan akan kembali melonjak akibat pengakuan jujur sang mantan Menko Polhukam.














