KLIKFAKTA38 – Jumat, 9 Mei 2025, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara terbuka mengakui bahwa partainya mengalami kekalahan signifikan dalam Pemilu 2024.
Dalam pidatonya, Megawati menyebut bahwa PDIP ‘babak belur’, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya menjadi basis kuat partai, seperti Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Banten.
Megawati menyoroti bahwa kekalahan ini disebabkan oleh terpecahnya basis suara PDIP, yang dipengaruhi oleh dinamika politik nasional, termasuk pergeseran dukungan dari Presiden Joko Widodo.
Hubungan yang memburuk antara Megawati dan Jokowi, terutama setelah Jokowi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dianggap sebagai faktor utama yang memengaruhi perolehan suara PDIP.
Selain itu, Megawati juga menyinggung pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yang menurutnya telah ‘menelikung’ PDIP dalam kontestasi politik. Ia merasa partainya dikucilkan dan ditinggalkan sendirian dalam Pilkada 2024, menyebut situasi ini sebagai ‘lucu’ karena adanya pembatasan-pembatasan dalam berkoalisi.
Menanggapi situasi ini, Megawati menginstruksikan kepada seluruh kader PDIP untuk tidak takut dalam menyuarakan dugaan kecurangan Pemilu 2024. Ia menekankan pentingnya mengumpulkan bukti-bukti terkait intimidasi, politik uang, dan ketidaknetralan aparat negara, serta menggalang kekuatan rakyat untuk menyuarakan kebenaran.
Walaupun menghadapi tantangan besar, PDIP masih berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan legislatif. Hal ini menunjukkan bahwa partai tersebut masih memiliki basis dukungan yang kuat di tengah dinamika politik yang kompleks.











