
Klik Fakta38, – Demam batu akik yang pernah melanda Indonesia, hingga mendorong sebagian masyarakat di Indonesia melakukan penambangan liar. Termasuk pula di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan, yang terkenal dengan Batu Teratai yang juga disebut sebagai “Batu Sriwijaya”.
Batu akik teratai banyak berasal dari Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan.
Salah satu bunga yang akrab dengan kebudayaan Sriwijaya yakni bunga teratai. Sebab bunga teratai identik dengan ajaran Budha. Seperti diketahui Kerajaan Sriwijaya yang pernah berjaya di Nusantara dari abad ke-7 hingga 13, pernah menjadi pusat pendidikan agama Budha di dunia.
“Saat ajaran Islam masuk ke Nusantara, khususnya di Sumatera Selatan yang pernah menjadi pusat peradaban Sriwijaya, hanya simbol bunga teratai yang dipertahankan kaum muslim di Sumatera Selatan sebagai hiasan karya seni, seperti ukiran dan motif kain songket,”
Selain menjadi motif ukiran kayu dan kain songket, ternyata batu bermotif bunga teratai juga menjadi hiasan para bangsawan atau pangeran di Sumatera Selatan di masa lalu.
“Itulah batu teratai yang hanya dihasilkan dari Kabupaten Muaratara, khususnya dari wilayah Karangjaya, yang berada di hulu Sungai Tiku atau masuk dalam DAS Sungai Musi, sejak beratus tahun lalu diburu para bangsawan atau pangeran di Sumatera Selatan, hingga ke India maupun Tiongkok,”
“Batu teratai yang paling banyak diburu bewarna hijau, merah dan biru. Jadi tidak heran, saat demam batu akik seperti sekarang ini, batu teratai dari Muratara ini banyak dikejar,” https://mongabay.co.id













