‎Michael Bambang Hartono, Sang Maestro Bisnis dan Olahraga Bridge, Tutup Usia

banner 120x600

KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Dunia usaha dan olahraga Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Michael Bambang Hartono, pimpinan Grup Djarum dan pemegang saham mayoritas Bank Central Asia (BCA), meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026.

‎Miliarder yang dikenal dengan kesederhanaannya ini mengembuskan napas terakhir di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat dalam usia 86 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan.

‎Penghormatan Terakhir dan Rencana Pemakaman

‎Jenazah almarhum telah disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta, sejak Jumat (20/3). Sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta mantan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terlihat hadir memberikan penghormatan terakhir.

‎Berdasarkan informasi keluarga, rangkaian prosesi persemayaman akan berlanjut di GOR Djarum, Kudus, pada 22-25 Maret 2026 sebelum akhirnya dikebumikan di Pemakaman Codo, Rembang, Jawa Tengah, pada Rabu, 25 Maret 2026.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Tindakan Tegas: “Tidak Ada Impunitas bagi Pelaku Penyiraman Air Keras!”

‎Warisan Bisnis dan Filantropi

‎Lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939 dengan nama Oei Hwie Siang, Bambang bersama adiknya, Robert Budi Hartono, berhasil mengubah pabrik rokok kecil peninggalan sang ayah menjadi imperium bisnis lintas sektor. Berikut adalah jejak warisan yang ditinggalkannya:

‎Sektor Perbankan: Pemilik saham pengendali di Bank Central Asia (BCA).

‎Properti Ikonik: Pengembang kawasan superblok Grand Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski, dan Menara BCA.

‎Olahraga & Sosial: Pendiri PB Djarum yang melahirkan legenda bulu tangkis dunia, serta dedikasinya sebagai atlet Bridge yang berhasil menyumbangkan medali perunggu pada Asian Games 2018.

‎Investasi Global: Pemilik klub sepak bola Serie A Italia, Como 1907, yang baru-baru ini memberikan penghormatan satu menit mengheningkan cipta sebelum laga melawan Pisa.

‎Meski konsisten menduduki peringkat teratas orang terkaya di Indonesia versi Forbes, Bambang Hartono dikenal luas karena gaya hidupnya yang jauh dari kemewahan. Fotonya saat sedang menikmati tahu pong di warung kaki lima di Semarang sempat viral beberapa tahun lalu, menjadi bukti nyata karakter rendah hati sang konglomerat.

‎Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar bagi ekosistem ekonomi Indonesia. Selamat jalan, Pak Bambang.

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *