Walikota Bogor Berang, PKL Trotoar Bandel Kena Semprot: “Kurang Ajar, Sudah 4 Kali Saya ke Sini!”

banner 120x600

KLIKFAKTA38 – BOGOR, 26 Maret 2026 – Ketegangan pecah di pusat Kota Bogor saat Walikota melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penataan trotoar dan fasilitas publik. Suasana yang semula kondusif berubah drastis menjadi penuh amarah ketika orang nomor satu di Kota Hujan tersebut mendapati para Pedagang Kaki Lima (PKL) masih nekat menggelar lapak di zona terlarang.

‎Puncak kekesalan Walikota meledak saat menyusuri jalur pedestrian yang baru saja direvitalisasi. Ia kedapatan membentak sejumlah pedagang yang dinilai abai terhadap peringatan pemerintah daerah.

‎”Kurang ajar ini! Sudah empat kali saya turun langsung ke sini, bicara baik-baik, tapi tetap tidak didengar. Jangan tantang aturan terus!” tegas Walikota dengan nada tinggi di hadapan para pedagang yang tertunduk lesu.

‎Kronologi Kekesalan

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, kemarahan ini dipicu oleh kembalinya lapak-lapak liar yang memakan hampir seluruh badan trotoar, sehingga memaksa pejalan kaki turun ke bahu jalan. Hal ini dinilai tidak hanya merusak estetika kota yang sedang ditata, tetapi juga membahayakan keselamatan publik dan memicu kemacetan parah di titik tersebut.

‎Walikota menyatakan bahwa langkah persuasif telah dilakukan berkali-kali melalui Satpol PP maupun kunjungan pribadinya. Namun, fakta bahwa dirinya harus kembali untuk kelima kalinya guna membahas isu yang sama dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap otoritas kota.

Baca juga : Presiden Prabowo Instruksikan Tindakan Tegas: “Tidak Ada Impunitas bagi Pelaku Penyiraman Air Keras!”

‎Tindakan Tegas Satpol PP

‎Menanggapi amukan Walikota, petugas Satpol PP yang mendampingi langsung bergerak cepat melakukan penertiban di tempat. Barang-barang dagangan yang melanggar aturan langsung diangkut ke mobil patroli.

‎”Kami sudah beri toleransi, tapi jika instruksi pimpinan sudah seperti ini, tidak ada lagi kompromi. Trotoar adalah hak pejalan kaki, bukan ruang niaga pribadi,” ujar salah satu koordinator lapangan Satpol PP Bogor.

‎Respon Pedagang

‎Di sisi lain, beberapa pedagang mengaku nekat kembali berjualan karena alasan ekonomi dan tingginya arus pembeli di lokasi tersebut. Meski demikian, mereka tidak berkutik saat Walikota menegaskan bahwa relokasi ke pasar-pasar resmi sudah disediakan namun kerap ditinggalkan.

‎Pemerintah Kota Bogor menegaskan akan menyiagakan personel di titik-titik rawan secara 24 jam untuk memastikan trotoar tetap steril. Walikota juga mengancam akan memberikan sanksi lebih berat jika setelah kejadian ini para pedagang masih mencoba “kucing-kucingan” dengan petugas.

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *