KLIKFAKTA38 – BOGOR, 4 April 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor secara resmi mulai mengoperasikan layanan bus listrik ramah lingkungan yang melayani rute Stasiun Bojonggede menuju Sentul City. Dalam masa uji coba ini, warga Bogor dapat menikmati fasilitas transportasi publik modern tersebut secara gratis.
Peresmian operasional bus yang diberi nama “KaBogor Bus Listrik” ini dilakukan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, di sela-sela kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong.
Solusi Transportasi Komuter
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa pemilihan rute Bojonggede–Sentul didasari oleh tingginya angka pergerakan masyarakat di wilayah tersebut. Stasiun Bojonggede tercatat melayani sekitar 50.000 penumpang KRL setiap harinya, di mana mayoritas merupakan pekerja komuter yang beraktivitas di Jakarta.
”Kami ingin warga yang turun di Stasiun Bojonggede tidak perlu lagi menggunakan kendaraan bermotor pribadi untuk perjalanan lanjutan. Pemerintah sudah menyiapkan transportasi pengumpan (feeder) yang nyaman dan ramah lingkungan,” ujar Rudy.
Rute ini akan melewati beberapa titik pemberhentian strategis, di antaranya adalah kawasan perbelanjaan AEON Mall Sentul hingga Halte TransJakarta yang berada di kawasan Sirkuit Sentul. Integrasi ini diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat yang hendak meneruskan perjalanan menuju ibu kota tanpa harus memadati jalanan dengan kendaraan pribadi.
Uji Coba Tiga Bulan
Pada tahap awal peluncuran ini, Pemkab Bogor menurunkan sebanyak 4 unit armada bus listrik dengan jam operasional mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB. Seluruh armada ini menggunakan 100 persen tenaga listrik sehingga tidak menghasilkan emisi gas buang.
Layanan bebas biaya ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan ke depan sebagai masa penjajakan. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Rakhmawanto, menuturkan bahwa pihaknya akan mengevaluasi respons serta tingkat keterisian penumpang selama masa uji coba ini berjalan.
Jika mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, Pemkab Bogor berencana menambah jumlah armada hingga belasan unit dan mematenkan operasionalnya melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan daerah.
Transformasi ini diproyeksikan menjadi gerbang awal modernisasi transportasi publik yang terintegrasi sekaligus langkah nyata menjaga kualitas udara di wilayah Kabupaten Bogor.













