KLIKFAKTA38 – Jakarta, 6 Mei 2025 — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang pada Februari 2025. Angka ini meningkat sekitar 83.450 orang atau 1,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya .
Meskipun jumlah pengangguran meningkat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) justru mengalami penurunan menjadi 4,76 persen dari sebelumnya 4,82 persen pada Februari 2024. Penurunan ini terutama terjadi pada kelompok perempuan, dengan TPT turun dari 4,60 persen menjadi 4,41 persen. Sementara itu, TPT laki-laki sedikit naik dari 4,96 persen menjadi 4,98 persen
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pengangguran disebabkan oleh bertambahnya angkatan kerja sebesar 3,67 juta orang, mencapai total 153,05 juta orang. Dari jumlah tersebut, 145,77 juta orang telah bekerja, sementara sisanya masih mencari pekerjaan. Penambahan angkatan kerja ini berasal dari lulusan baru dan individu yang sebelumnya tidak aktif dalam pasar kerja, seperti ibu rumah tangga yang kini mencari pekerjaan .
Tiga sektor utama yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan. Sektor perdagangan mengalami peningkatan tenaga kerja sebesar 980.000 orang, pertanian 890.000 orang, dan industri pengolahan 720.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya .
Menanggapi data ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan perlunya evaluasi terhadap peluang kerja yang tersedia dan berencana untuk berdiskusi lebih lanjut dengan BPS mengenai strategi penanggulangan pengangguran .
Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini.













