KLIKFAKTA38 – Washington, AS – Seorang pria asal Amerika Serikat menjadi perbincangan dunia ilmiah setelah mengungkap bahwa ia telah menyuntikkan dirinya sendiri sebanyak 856 kali dalam upaya penelitian mandiri. Aksinya ini menuai kekaguman sekaligus kekhawatiran dari komunitas medis internasional.
Pria bernama John Resig, seorang biohacker dan peneliti independen, mengklaim bahwa eksperimen yang ia lakukan bertujuan untuk menguji respons tubuh terhadap berbagai jenis vaksin, senyawa imunologi, dan terapi genetik yang belum diuji secara luas. Selama lebih dari dua tahun, Resig secara konsisten mencatat efek setiap suntikan, baik positif maupun negatif.
“Ini bukan tindakan nekat, melainkan bentuk dedikasi terhadap ilmu pengetahuan,” ujar Resig dalam sebuah wawancara. “Saya ingin memahami bagaimana sistem imun bereaksi dari waktu ke waktu terhadap berbagai rangsangan.”
Yang mengejutkan, hasil eksperimennya menunjukkan bahwa tubuhnya mampu membangun kekebalan tingkat tinggi terhadap beberapa penyakit, bahkan menunjukkan respons imun yang lebih cepat dari rata-rata manusia. Namun, sejumlah efek samping juga tercatat, termasuk kelelahan kronis, reaksi kulit, dan perubahan metabolisme.
Para pakar memperingatkan bahwa metode seperti ini tidak disarankan tanpa pengawasan medis yang ketat. Meski begitu, banyak peneliti mengakui bahwa data yang dikumpulkan Resig bisa menjadi titik awal bagi riset lebih lanjut dalam bidang imunoterapi.
“Dia mungkin gila, tapi gila yang berguna,” ujar Dr. Ellen Morse dari Institut Imunologi Nasional. “Apa yang dia lakukan tidak etis secara klinis, namun tidak bisa disangkal: datanya valid dan mencengangkan.”
Resig kini bekerja sama dengan beberapa universitas untuk mempublikasikan hasil penelitiannya secara resmi. Ia berharap, pengorbanannya dapat membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik mengenai respons imun manusia













