KLIKFAKTA38 – Menjelang hari bahagia mereka, pasangan selebritas Luna Maya dan Maxime Bouttier menjalani prosesi siraman yang penuh makna pada Selasa, 6 Mei 2025, di COMO Shambhala Estate, Ubud, Bali. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian adat sebelum pernikahan mereka yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 7 Mei 2025
Prosesi Siraman dengan Sentuhan Adat Jawa
Siraman dilangsungkan dengan mengusung adat Jawa, menyesuaikan dengan asal-usul ayah Luna yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Prosesi ini dilakukan di area terbuka dengan dekorasi bernuansa pastel yang elegan. Luna tampil anggun mengenakan kebaya putih dan kain jarik merah muda, didampingi oleh kedua kakaknya, Tipi Jabrik dan Ismael Dully. Sementara itu, Maxime tampil gagah dengan busana pria Jawa berwarna senada.
Air dari Tujuh Sumber Bermakna
Menariknya, prosesi siraman ini menggunakan air dari tujuh sumber berbeda yang memiliki makna khusus bagi Luna. Air tersebut berasal dari kediaman pribadi Luna di Jakarta, rumah mendiang eyangnya dari pihak ayah, kantor TS Media, rumah ibunda Luna di Bali, Masjid Al Azhar Jakarta, lokasi akad nikah di Ubud, dan air zamzam. Setiap sumber air tersebut melambangkan perjalanan hidup dan spiritualitas Luna.
Momen Haru dan Penuh Doa
Dalam prosesi tersebut, Luna bersimpuh di hadapan ibunya, Desa Maya Waltaurd Maiyer, menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan. Dengan penuh haru, Luna meminta restu untuk menikah dengan Maxime. Air mata mengalir saat Luna mencuci dan mencium tangan serta kaki ibunya, sebagai simbol bakti dan permohonan izin.
Tradisi Pecah Kendi dan Prediksi Anak Laki-Laki
Salah satu momen menarik dalam prosesi siraman adalah tradisi pecah kendi. Menurut kepercayaan adat Jawa, pecah kendi dapat memprediksi jenis kelamin anak pertama pasangan. Setelah kendi dipecahkan, Mamie Hardo, ketua sanggar yang menyelenggarakan acara tersebut, memberikan prediksi bahwa Luna dan Maxime akan dikaruniai anak laki-laki.
Pernikahan Tertutup dengan Nuansa Tiga Budaya
Pernikahan Luna dan Maxime akan digelar secara tertutup di COMO Shambhala Estate, dengan memadukan budaya Bali, Jawa, dan Eropa. Pasangan ini telah menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar dan masyarakat atas keterbatasan akses ke acara tersebut, namun tetap mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan dukungan yang diberikan.













