“Ketika masa tugas saya sebagai Pegawai Pemerintah Khusus berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden @realDonaldTrump atas kesempatan untuk mengurangi pemborosan pengeluaran,” tulis Musk”.
Musk memimpin proyek efisiensi anggaran di bawah Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) sejak Januari. Ia sempat menargetkan pemangkasan anggaran federal hingga $1 triliun, namun realisasi penghematan menurut situs resmi DOGE hanya sekitar $175 miliar—atau $1.088,96 per pembayar pajak.
Langkah Musk mundur dinilai tidak lepas dari ketegangan politik yang memuncak. Ia secara terbuka mengkritik RUU unggulan Trump yang memperpanjang pemotongan pajak tahun 2017 dan meningkatkan syarat bantuan sosial, menyebutnya sebagai “tagihan besar yang meningkatkan defisit, bukan menguranginya.”
“Menurut saya, sebuah RUU bisa besar, atau bisa juga indah. Tapi saya tidak yakin keduanya bisa,” kata Musk dalam wawancara dengan CBS Sunday Morning”.
RUU tersebut—yang disebut-sebut dapat meningkatkan defisit AS sebesar $3,9 triliun pada 2034 telah disahkan oleh DPR dan menunggu pembahasan di Senat.
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa meskipun Musk mundur, proyek DOGE akan tetap berlanjut. Namun, laporan Politico menyebut pengunduran diri Musk telah dipertimbangkan sejak April, usai serangkaian gesekan dengan pejabat tinggi termasuk Menlu Marco Rubio.
Sementara itu, tingkat persetujuan publik atas peran Musk dalam pemerintahan juga menurun. Survei Washington Post–ABC News bulan April menunjukkan approval rate hanya 35 persen.
Musk kini menyatakan akan kembali fokus penuh pada Tesla, X, xAI, dan peluncuran besar Starship milik SpaceX.
“Kembali kerja 24/7 dan tidur di ruang konferensi. Waktunya perbaiki performa,” tulis Musk, menyinggung gangguan sistem X yang terjadi baru-baru ini”.
Post Views: 429