Mahasiswa Unpak Demo Kenaikan BBM di Depan Istana Bogor, Aksi Sempat Ricuh

KLIKFAKTA38 – Bogor – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Bogor pada Rabu [17/6/2026]. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah melalui orasi dan poster protes. Situasi sempat memanas ketika demonstran mencoba membakar ban bekas sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang mereka nilai tidak berpihak kepada rakyat. Aparat kepolisian yang berjaga berupaya mencegah aksi pembakaran tersebut sehingga terjadi ketegangan di lokasi.

banner 325x300

Kericuhan terjadi saat kobaran api dari ban yang dibakar membesar dan menyambar seorang mahasiswa serta seorang anggota kepolisian. Keduanya dilaporkan mengalami luka bakar ringan dan segera mendapatkan penanganan medis. Selain itu, aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat sempat mewarnai jalannya demonstrasi ketika petugas berusaha memadamkan api yang dianggap berpotensi membahayakan keselamatan peserta aksi maupun pengguna jalan.

Baca juga: Calon RW di Tanjung Priok Diduga Bagikan Narkoba ke Warga, Ucapan “Warga Suka Kok” Tuai Kecaman

Meski sempat berlangsung tegang, situasi berhasil dikendalikan setelah kedua belah pihak menahan diri. Demonstrasi kemudian berlanjut dengan penyampaian aspirasi secara damai hingga massa membubarkan diri. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat insiden tersebut.

Aksi mahasiswa Unpak ini menjadi bagian dari gelombang penolakan terhadap kebijakan kenaikan BBM yang terjadi di berbagai daerah. Mahasiswa mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan tersebut dan mencari solusi yang tidak semakin menekan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

 

 

 

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi