KLIKFAKTA38 – Bogor, 18 Juni 2026 – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 menuai banyak keluhan dari masyarakat. Sejumlah orang tua siswa mengaku kesulitan memahami mekanisme pendaftaran yang dinilai semakin rumit, mulai dari proses verifikasi data, perubahan skor penilaian, hingga gangguan sistem daring yang menghambat proses pendaftaran.
Di berbagai daerah, warga mengeluhkan kurangnya sosialisasi mengenai aturan baru SPMB. Banyak orang tua mengaku harus berulang kali mendatangi sekolah maupun kantor dinas pendidikan untuk mendapatkan penjelasan terkait jalur pendaftaran, sistem pemetaan calon murid, serta mekanisme penilaian yang dianggap tidak transparan.
“Sekarang terasa lebih sulit. Kami bingung dengan perubahan aturan dan nilai yang bisa berubah-ubah. Yang kami inginkan hanya penjelasan yang jelas,” ujar salah seorang orang tua siswa yang tengah mengurus pendaftaran anaknya. Keluhan serupa juga muncul terkait lambatnya verifikasi berkas dan gangguan pada platform pendaftaran online.
Laporan yang diterima berbagai lembaga pengawas menunjukkan bahwa persoalan yang paling sering dikeluhkan masyarakat meliputi kesulitan mengakses aplikasi, kesalahan data peserta, ketidakjelasan perhitungan skor, hingga lambatnya penanganan pengaduan.
Di sejumlah wilayah bahkan terjadi antrean panjang karena banyak warga memilih datang langsung ke posko layanan akibat kendala sistem digital.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau biasa yang biasa di sapa KDM pun mengatakan “Adanya dugaan penyebab gangguan aplikasi SPMB, Pengembang akan di panggil.”
Baca juga : Mahasiswa Unpak Demo Kenaikan BBM di Depan Istana Bogor, Aksi Sempat Ricuh
Pengamat pendidikan menilai persoalan ini seharusnya dapat diantisipasi mengingat penerimaan murid baru merupakan agenda tahunan. Mereka menyoroti pentingnya pengujian sistem yang lebih matang, sosialisasi yang lebih luas, serta penyediaan layanan pengaduan yang cepat dan responsif agar masyarakat tidak dirugikan.
Sementara itu, pemerintah daerah dan dinas pendidikan di berbagai wilayah menyatakan terus melakukan evaluasi serta perbaikan sistem guna memastikan pelaksanaan SPMB berjalan adil, transparan, dan memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh calon peserta didik.
Keluhan yang terus bermunculan menunjukkan bahwa transformasi sistem penerimaan murid baru masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Masyarakat berharap pemerintah segera menghadirkan sistem yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan mampu memberikan kepastian bagi orang tua maupun siswa dalam mengakses pendidikan.














